Sabtu, 22 Juli 2017
Sabtu,
22 Juli 2017
Tidak
banyak yang bisa aku tuliskan hanya beberapa hal yang menjadikanku sedikit
lambat dari biasanya. Ibu sedari pagi tadi membangunkanku untuk minum obat
pencegah kaki gajah yang didapatkan dari pemerintah desa, tadi pagi beliau
sudah berangkat ke balai desa untuk antri mendapatkannya, ia bawakan untukku
juga, tetapi karena aku malah pilek dan batuk maka ibu malah membelikanku obat
flu dan batuk di warung bibi Yah. Aku meminumnya setelah sebelumnya sarapan
dengan bakso sayur yang ibu beli pada penjual sayur keliling.
Ya,
aku masih pilek dan batuk, tetapi tidak boleh menyurutkan semangatku untuk
menulis, karena tetap mematuhi jadwal target yang telah ditentukan, maka aku
mulai menggarap proyek cerpen basabasi.co dan sampai pada akhirnya bisa
mencapai enam halaman dari dua halaman yang ditargetkan. Namun itupun juga
menyita sebagian besar dari waktu ku, karena dari tadi pagi sampai sore ini,
aku hanya memusatkan pikiran untuknya. Aku bahkan lupa menulis catatan harianku
ini, dan baru saat ini bisa menuliskannya.
Sore
tadi ibu mengeroki badanku dengan menggunakan uang koin seribuan, mungkin aku
juga masuk angin, karena hasil kerokannya juga merah-merah yang membuat
punggungku belang-belang seperti macan. Aku beranjak ke kamar lebih awal sampai
lupa kalau belum shalat isya’. Sepertinya hanya ada satu target yang bisa
kupenuhi pada hari ini, yaitu target yang kedua mengenai pembuatan naskah
cerpen untuk lomba, sedangkan bacaanku yang aku targetkan 50 halaman malah
hanya berjalan beberapa lembar saja, tidak lebih dari sepuluh halaman. Aku juga
malah mudah terpedaya membaca komik di webtoon handphone ku.
Aku masih
kebingungan menentukan alur lanjutan dari cerpen yang targetnya adalah 20-30
halaman itu, terjadi deadlock dalam otakku, sebenarnya aku punya satu garis
cerita lagi, akan tetapi aku bingung untuk menyambungkannya di sebelah mana,
tema-tema pada cerpenku yang harus aku singgung meliputi, politik, filsafat,
sastra, budaya, dan waktu. Itu harus ada semuanya, oh ya, tentu saja aku akan
menyinggung juga tentang PKI yang ada di daerah kaliwiro wonosobo. Daerah tempat
tinggalku yang hanya berjarak sekitar duapuluh kilometer saja. Itu akan menjadi
menarik dengan alur cerita dengan genre horor dan detektif seperti yang sedang
aku eksperimenkan.
Komentar
Posting Komentar