Minggu, 10 September 2017
Minggu, 10 September 2017
Hampir tiga minggu ini aku
tidak menuliskan catatan harian lagi, aku sedang fokus menuliskan calon novelku
yang baru selesai sepertiga bagian dari keseluruhannya, sepertiga bagian itu
saja sudah mencapai 120-an halaman lebih, berarti perkiraan untuk sampai
selesai sepenuhnya bisa sampai 300-an halaman bahkan mungkin bisa lebih dari
itu. Selama hampir mencapai duapuluh hari menulis ini banyak lika-liku yang aku
lami, seperti misalnya rasa malas untuk menuliskannya, kehilangan mood, mulai
ragu dengan apa tulisan yang ditulis, kehilangan motivasi awal dan juga
berbagai macam permasalahan menulis lainnya. Namun aku sadar bahwa itu hanyalah
godaan saja dari proses kepenulisanku ini, jika aku menyerah dan berhenti
sepenuhnya dari tulisanku itu atau bahkan meninggalkannya atau menghapusnya
tentu saja aku bunuh diri, aku tidak akan pernah melakukannya, karena setiap
apa yang aku tuliskan selalu aku anggap mempunyai nyawa yang harus dibiarkan
hidup.
Selama
beberapa hari kemarin aku juga merasa depresi dan merasakan penat yang
benar-benar menjengkelkan, mungkin karena selama beberapa minggu ini aku
benar-benar tidak keluar rumah sama sekali, aku melakukan semua aktivitasku
hanya di rumah, tetapi itu ternyata bukanlah hal yang baik dilakukan saat
menulis karena tingkat kebosanan darinya akan timbul dan membuat diri ini
menjadi penat dan suntuk, menajdi mudah marah, pikiran sering mandeg, dan hal
lainnya yang menjengkelkan. Terlebih lagi saat kemarin ini aku benar-benar
tidak bisa berkomunikasi dengan teman-teman di dunia online, paketanku habis,
dan kejengahan itu semakin merasuki jiwaku. Aku menjadi sangat sensitif dan
mudah marah, bahkan ibu dan bapak sampai aku marahi hanya karena menyuruhku
untuk makan. Benar-benar baru kemarin itulah aku bisa merasakan kebosanan yang
sangat sepanjang hidupku.
Tadi
malam aku melihat-lihat kegiatan dan aktivitas teman-temanku yang mereka
posting di media sosial, melihat mereka yang kebanyakan baru saja wisuda dan
juga beberapa dari mereka sedang menjadi pemateri di kegiatan penerimaan
mahasiswa baru. Sejujurnya aku merasa cemburu dengan itu semua, seharusnya aku
juga menjadi bagian dari mereka juga, ikut merasakan bagaimana senangnya di
wisuda, dan juga bagaimana bahagianya menjadi pemateri saat penerimaan
mahasiswa baru, sebenarnya saat ini adalah masaku, tetapi kenyataannya aku
sudah tidak ada lagi dalam duniaku yang seperti itu. Aku disingkirkan dari
arena itu oleh diriku sendiri yang tidak pandai mengelola keadaan sehingga aku
sampai harus keluar dari kampus, tidak di wisuda tetapi menjadi mahasiswa
dropout yang memalukan. Namun untuk apa menyalahkan keadaan apalagi menyalahkan
diri sendiri tidak boleh aku melakukan hal tersebut, karena jika aku
melakukannya maka aku adalah seorang pecundang. Aku mengambil beberapa
pembelajaran dari apa yang aku alami ini untuk bekal perjalanan hidupku
kedepannya. Aku mendapatkan pelajaran bahwa apapun dan bagaimanapun diriku, aku
harus tetap menyelesaikan apa-apa saja yang pernah aku mulai, aku tidak boleh
berhenti hingga aku mencapai apa yang menjadi tujuanku, aku sadar jika aku
berhenti di tengah jalan itu akan membuatku semai=kin berat untuk melangkah
lagi, memulai kembali.
Juga
ketika aku melihat banyaknya anak-anak muda sekarang ini yang begitu lihainya
mengembangkan diri mereka hingga mencapai cita-cita dengan passion yang selalu
mereka kembangkan. Dari itu aku sadar bahwa waktu dalam dunia ini berjalan
begitu cepat, aku paham jika aku tidak bergerak cepat maka yang terjadi aku
akan tertinggal oelh mereka yang secara usia bahkan mungkin jauh lebih muda
dariku, dan aku akan melakukannya sebagai solusi dari permasalahan ini adalah
dengan terus menerus berkarya berkarya dan berkarya. Sepanjang aku belum mati
maka ini bukanlah pemberhentian terakhir untukku, sepanjang aku masih bisa
bernafas aku akan terus bergerak untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diriku.
Aku sadar hidup ini hanya sekali di dunia ini, jika aku tidak memberikan
sesuatu yang berarti bagi orang lain dan bagi kebaikan dunia maka adaku selama
ini akan sia-sia belaka, dan aku tidak menginginkan hal seperti itu. Sekali hidup
maka aku harus mempunyai makna yang mendalam dan membekas di duni ini.
Tidak
akan terlalu mudah untuk mencapai impian-impianku tentu saj jawabannya adalah
iya, benar memang tidak akan semudah mengedipkan mata atau membalikkan telapak
tangan untuk mencapai kesuksesan, karena kesuksesan tidak bekerja sebagaimana
sulap, bimsalabim langsung terwujud, kesuksesan harus melalui proses yang tidak
hanya berjalan lurus, kadang juga berkelok-kelok, tetapi aku selalu yakin bahwa
tidak ada hasil yang mengkhianati proses, jika proses aku jalani dengan baik
maka hasilnya pun akan baik. Buah dari kerja keras akan selalu terasa manis.
Ketika
aku sedang menulis ini, entah mengapa aku teringat hal-hal yang pernah terjadi
kepadaku, tentang saat-saat dimana aku jatuh cinta kepada cahaya keindahan
malam yang begitu melegenda dalam hidupku, jika harus jujur hingga saat ini pun
aku masih merasakan getaran aneh yang menjadikan jantungku berdetak lebih
kencang daripada biasanya, semua yang pernah terjadi antara aku dengan dirinya,
tentang perasaanku yang bertepuk sebelah tangan, namun inilah mungkin yang
disebut cinta, dan cara terbaik saat mencintai adakah dengan aku melakukan
sepenuhnya tetapi tidak dengannya, bahkan dia tak membalas tepukku, namun jatuh
cinta yang seperti inilah yang akan menjadikan abadi dalam kenanganku. Dia adalah
cahaya keindahan malam yang menjadi orang pertama yang menolak cintaku, dan
membuat aku tidak mampu berkata apa-apa saat di hadapannya. Bahkan saat ini pun
sama, hanya membayangkannya saja membuat jantungku berdetak lebih cepat, dadaku
sesak, dan ada semacam getaran jiwa yang aneh aku rasakan saat ini.
“Ya
Allah jika memang dia bukan hendak engkau jadikan sebagai jodohku maka aku
mohon hapuskanlah perasaanku ini kepadanya ya Allah. Tapi jika memang dia akan
engkau jadikan sebagai jodohku maka aku mohon kuatkanlah rasa ini hingga aku
menjadi semakin yakin bahwa kelak ia lah yang akan menjadi bidadari terbaikku
di dunia dan surgamu.”
Mungkinkah
karena ia yang pernah hadir dalam hidupku selama beberapa tahun teraakhir
sepanjang aku menyendirikan hati ini, tetapi aku telah jatuh cinta padanya
semenjak pertamakali aku melihatnya di serambi masjid sekolahan saat akan
melakukan tadarus keliling di bulan ramadhan. Setelah perjumpaan itu aku
langsung mencari kontak tentangnya, menelusuri di media sosial dan sampai
akhirnya aku bisa mendapatkan kontaknya, aku mulai menghubunginya hingg sampai
akhirnya ia lulus dari SMK-nya dan masuk kuliah di tempatku kuliah, aku bahkan
sempat sampai mengikuti perkuliahan di kelasnya padahal kami berbeda fakultas
dan aku tidak ada sangkutpautnya dengan perkuliahan yang ada di kelasnya, semakin
dekat saja dan ketika aku mengungkapkan rasaku padanya di masjid saat malam haflah
pondok pesantren dekat kampus, ia menolaknya. Aku pikir itu adalah kebenaran
yang sebenar-benarnya, tetapi ternyata tidak, karena mungkin perasaan kecewa
itu yang aku dapatkan, aku malah menjadi seorang pria yang begitu jahatnya
mempermainkan hati seorang wanita, karena bagiku toh percuma aku jatuh cinta
jika akhirna aku harus kecewa karenanya, saat itu hidupku mulai kacau, aku
mulai tidak percaya lagi dengan Tuhan, aku jarang shalat, tidak disiplin waktu,
malas-malasan dan masih banyak lagi yang lainnya. Aku mencoba untuk melepaskan
dan melupakannya, tetapi sampai detik ini ketika aku teringat padanya aku
langsung merasakan getaran yang meledak-ledak itu di hatiku, aku juga masih
sering menyimpan foto-fotonya yang kebetulan ketika di amemasang foto baru di
media sosialnya. Aku tidak tahu apa yang terjadi namun dengan tiba-tiba saja
dia membuatku seperti ini.
Ketika
tadi aku membuka catatan di handphone lamaku, aku mendapatkan catatan bahwa
waktu yang baik untuk menulis bagiku sahulu adalah pukul 11’30, 15’30 dan 20’15
WIB. Tetapi itu adalah jadwalku yang dahulu tentu akan sangat berbeda dengan
sekarang, sekarang aku bisa menulis kapan saja tentang apa saja dan bagaimana
saja, karena aku hanya menganggur di rumah dan tidak mempunyai kegiatan lain
selain menulis. Mungkin akan menjemukan bagi orang lain... Aduuuh benar-benar
aneh aku ini, aku masih saja kepikiran tentangnya sampai saat ini, saat aku
mencoba untuk mengalihkan perhatianku darinya tetapi tetap saja itu menjadi hal
yang sangat sulit bagiku.sekarang ini pun aku masih memikirkannya. Oh Tuhan apa
yang terjadi padaku, seolah-olah aku ini sedang berada dalam satu dunia yang
berbeda dari senyatanya, aku kini tidak bergerak dengan lepas seperti kembali
baru lagi. Padahal aku sangat ingin melakukannya, aku ingin aku ini bisa
seperti terlahir kembali menjadi pribadi yang baru yang mampu menjalani
hari-hari dengan baik dan tanpa terbebani oleh kenangan-kenangan di masa lalu. Aku
seperti menginginkan agar Tuhan bisa menghapus semua memoriku tentangmu, semua
kenangan yang berisikan tentang rasaku padamu, tentang semua hal yang aku sendiri
kini benar-benar dalam kebimbangan dan kesedihan yang nyata, aku senantiasa
teringat padamu, teringat saat jatuh cinta padamu hingga pesan-pesan yang kau
kirimkan pada ponselku aku catat baik-baik dalam buku catatanku. Sungguh, aku
sekarang ingin lepas dari itu semua, aku ingin bebas dari belenggu jatuh cinta
padamu. Benar-benar aku menginginkan aku menjadi diriku yang baru.
Jika
aku pikir lagi kegagalan-kegagalanku ini dimulai ketika aku mulai memasuki SMK,
Ibuku selalu memarahiku setiap aku minta uang SPP dan selalu menyinggung
seharusnya aku tidak pernah sekolah, aku menjadi tidak konsentrasi dengan
pembelajaranku dan aku hanya memikirkan bagaimana aku bisa menghemat uang yang
aku punya agar bisa membiayai sekolahku sendiri, sampai akhirnya nilaiku anjlok
dari pertamanya yaitu berada di rangking 3 pararel menjadi rangking 13, dan
semua itu semakin mundur dan mundur hingga sampai akhirnya aku kuliah, saat
kuliah juga aku tidak mempunyai uang yang cukup untuk membayar semesterannya,
sehingga aku sampai harus dikeluarkan. Dan semenjak itulah aku merasa diriku
ini penuh dengan kegagalan dan kegagalan, aku menjadi semakin membenci diriku
sendiri.
Tetapi
jika aku terus menerus berpikiran seperti itu, bukannya akan membantuku untuk
kembali bangkit kembali dan melangkah lagi menuju kesuksesan, malah akan
membuatku semakin terpuruk saja, aku tidak boleh berpikiran buruk seperti itu. Mulai
kini aku akan kembali membawa pikiranku untuk berpikir yang positif-positif
saja, tidak akan kubiarkan pikiran negatif merasuki diriku lagi. Akan kubangun
kembali kesuksesan dan keberhasilan-keberhasilan dalam hidupku mulai saat ini,
sejak kecil aku dilahirkan untuk menjadi pemenang, aku adalah seorang manusia
yang cerdas, dengan tingkat pemahaman dan daya pikir yang berada di atas
rata-rata manusia kebanyakan sehingga entu saja aku harus merasa percaya dan
yakin terhadap diriku sendiri bahwa aku akan segera bisa membangun
kesuksesan-kesukseanku kembali.
Aku mempunyai
banyak buku motivasi hidup yang tentunya akan sangat membantuku dalam membentuk
kepribadian yang lebih baik daripada sebelumnya, ya aku juga akan menulis
buku-buku motivasi dan renungan kehidupan sehingga aku bisa berbagi
pengalamanku kepada banyak orang di dunia ini. Tiga kata yang saat ini menjadi
penggambaran atas diriku: Cerdas, Produktif, Sukses. Aku akan mengisi
hari-hariku dengan pengembangan kepribadian dan juga bakat ayang sudah ada
dalam diriku, aku akan memaksimalkan potensi-potensi yang ada sehingga aku akan
menjadi orang yang sukses, baik dalam menulis, bisnis ataupun cinta. Aku juga
akan bekerja keras untuk menggapai impian-impianku yang telah aku tuliskan, aku
kaan membuatnya menjadi nyat satu demi satu, hingga aku menjadi semakin yakin
pada diriku sendiri bahwa aku memang benar-benar seorang juara sejati. Fight like
Tiger, Win like Champions.
Komentar
Posting Komentar