Sabtu, 19 Agustus 2017



Sabtu, 19 Agustus 2017

Apa yang pantas disematkan pada diriku kecuali menjadi seorang yang kurang bisa menepati komitmen yang dibuat oleh diri sendiri, aku yang selalu menghabiskan waktu untuk menonton film dan tiduran saja, menulis yang menjadi prioritasku kini semakin terbengkalai tak menjadi arti, aku sebenarnya hanya menginginkan aku bisa menerbitkan minimal satu buku dahulu, baru setelahnya aku akan bisa menulis dengan lebih hebat lagi, aku kira aku tidak atau kurang bisa jika harus ditargetkan dengan mengikuti perlombaan menulis, ternyata menulis tak semudah yang diperkirakan, mungkin karena aku juga kurang percaya diri dengan diriku sendiri dalam menerbitkan suatu karya, ataukah mungkin aku terlalu malas dengan alibiku yang hanya menyiksakan diri sendiri.

Tetapi memanglah sungguh aku merasa tersiksa dengan kemalasanku sendiri, aku semakin malu saja jika ibu membangunkanku pagi-pagi karena aku tidurnya mulai pagi sekitar subuh dan bangun lagi ketika sudah siang sekitar jam sepuluh ke atas, aku malu kadang ibu menginginkan aku untuk bekerja yang secara nyata, tetapi aku tak mau karena aku akan terus di rumah hingga januari tahun depan. Di tiap hariku hanyalah diisi dengan makan tidur dan menulis atau paling banyak menonton film, aku sungguh menyebalkan bagi diriku sendiri, bahkan daftar visi ku saja belum aku isi sepenuhnya, sudah berapa hari saja aku tidak menuliskan catatan harian, aku memang masih labil dalam urusan komitmen.

Beberapa hal yang membuatku tetap semangat saat menulis adalah dukungan dari Bibi Yah yang sering menyuplai rokok untukku, juga mbah Tamim yang menyemangati dan mendoakanku semoga aku bisa sukses dengan tulisanku, aku didoakan bisa segera sukses mumpung mbah Tamim masih bisa melihatku, ia ingin melihat kesuksesanku dan bangga kepada diriku. Juga doa yang selalu ibu dan bapak panjatkan kepada Tuhan agar tulisanku bisa semakin baik dan bisa memberikan kontribusi yang disukai oleh banyak orang.

Tetapi akulah yang kadang menelantarkan harapan-harapan besar mereka kepadaku, aku hanya berdoa saja kepada Tuhan semoga bisa terus membimbingku agar bisa menciptakan karya yang bisa menjadi sumber kesuksesanku yang bisa membuat apa yang menjadi do’a-do’a mereka yang berpengharapan kepadaku, menjadi kebanggaan bagi mereka yang menginginkan kesuksesanku segera mungkin. Agar aku bisa membahagiakan mereka yang mencintai ataupun yang aku cintai, aku juga berharap semoga apa yang menjadi cita-citaku bisa segera tercapai atas ijin Tuhan.

Apa yang harus aku lakukan? Melihat kondisi usiaku yang tidaklah muda lagi, aku harus lebih gencar lagi karena aku sudah tidak kuliah lagi, kalaupun aku kuliah lagi pasti akan berbarengan dengan adik-adik kelasku yang jauh lebih muda dariku, melihat persaingan yang semakin pesat ini aku harus lebih bergerak dengan cepat, aku akan terbang lebih tinggi daripada sebelumnya, aku harus lebih menang daripada mereka yang lahir setelahku, aku akan terus menang dan takkan sedikitpun mengalah kepada mereka. Jika mereka bekerja 8 jam sehari maka aku akan bekerja di bidangku selama 10 jam sehari atau lebih dari itu, kalau mereka tidur 8 jam sehari maka aku akan tidur 5 jam saja sehari, aku akan lebih produktif daripada mereka, aku akan melakukan hal yang lebih daripada yang mereka kerjakan.

Hal yang harus aku lakukan, pertama aku akan memenuhi visionboardku dengan hal-hal yang menjadi impianku. Kedua aku akan melihat situasi apakah yang lebih pantas aku lakukan saat ini, apa yang menjadi trend kalangan muda indonesia atau dunia, apa saja yang mereka lakukan selama ini, aku sendiri akan terus melatih kemampuan menulisku dengan banyak membaca dan terus menulis meskipun hanya satu kalimat dalam satu hari, aku harap justru aku akan bisa menulis sebanyak-banyaknya dalam setiap waktu, setiap saat yang aku fokuskan adalah dengan menulis dan menulis, aku akan terus mengasah kemampuanku dalam bidang ini. Aku tahu banyak yang lebih hebat dalam merangkaikan kata yang indah dalam tiap tulisan yang mereka buat tetapi aku juga takkan lebih rendah dari mereka, justru ketika mereka bisa melakukan hal yang lebih tentu saja aku bisa melakukan hal yang lebih baik ataupun lebih beda dari mereka. Aku akan terus memproduksi karya-karyaku hingga sampai sebanyak-banyaknya, san suatu saat aku yakin akan tiba masanya terjadi ledakan bom karya milikku.

Apakah aku harus mengisi pulasa atau paket data untuk handphone ku sementara keadaan keuanganku semakin menipis, dan belum bisa untuk menghasilkannya lagi, apakah aku harus bekerja untuk menjadi sampinganku menulis ini, ataukah aku harus tetap fokus saja untuk menulis hingga januari tahun depan ini, aku juga belum bisa memprediksi apa yang akan aku lakukan ke depannya. Kalau misalkan pada september atau november besok ini aku bisa masuk nominasi untuk karya cerpen basabasi.co yang aku ikuti itu, maka itu akan bisa menjadi pembuka jalan karyaku untuk dikenal oleh orang banyak, terutama para sastrawan lain, dan akan menambah daya berkaryaku menjadi lebih semangat lagi daripada sebelumnya. Bisa membuktikan dan menambah rasa percaya diri untuk menerbitkan karya-karya yang lainnya. Aku akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

Sebenarnya aku sendiri bingung dengan pola pikiranku sendiri, aku masih belum mengerti apa yang harus aku lakukan terlebih dahulu datu hal hingga selesai baru malakukan hal lain mulai dari awal lagi, seharusnya memang seperti ini, tetapi yang aku lakukan adalah aku terlalu menggebu-gebu di awal dan belum sampai melangkah jauh sudah harus melakukan hal lain, padahal aku juga tahu bahwa tak akan bernilai suatu karya jika tak dikerjakan hingga selesai, sesuatu akan disebut sebagai karya apabila telah utuh selesai dan bisa dipublikasikan. Mungkn sebenarnya aku sendiri sudah tahu bagaimana aku seharusnya, akan tetapi memang sulit untuk dilaksanakan, harus melalui tahapan-tahapan yang membuatku tak tahan melakukannya.

Sebenarnya aku harus bisa menyelesaikan satu karya dahulu, novel catatatan untuk viena sudah tergarap sekitar 50 halaman, jika aku lebih bisa konsentrasi pada satu hal itu tentu saja aku bisa menyelesaikannya dalam mungkin hingga akhir september atau sekitar satu setengah bulan selanjutnya hingga mencapai minimal 150 halaman, memang tidak mudah tetapi aku harus melakukannya jika aku berniat untuk menerbitkan novel, seharusnya aku bisa, dan setelah mengirimkannya kepada penerbit aku nantinya bisa membuat buku-buku yang lain. Ataukah nantinya kalau sudah selesai mencapai sekitar 150 halaman maka aku akan mengendapkannya selama beberapa bulan hingga menunggu apakah nantinya mau mencoba menghubungi penerbit mayor atau menunggu ada event lomba membuat novel, siapa tahu bisa menjadi juara perlombaan tersebut. Karena jika satu novel itu menjadi juara di suatu perlombaan maka ke depannya tentu saja novel tersebut sudah pasti akan diterbitkan, terlebih lagi sudah menyandang predikat novel juara sayembara menulis novel sebelum dicetak dan akhirnya akan menjadi novel yang bestseller, siapa tahu juga bisa difilmkan. Itu akan sangat membanggakan bagi keluarga tentu saja.

Jika melakukan kalkulasi untuk pura-pura menghitung jika menulisku menjadi suatu pekerjaan, maka aku akan mendapatkan perhitungan seperti berikut: dimisalkan saja kerja satu bulan dengan gaji 1juta seperti halnya kemarin aku bekerja di Jakarta. Maka dalam satu hari aku menghasilkan sekitar 35.000 rupiah, jika satu cerpen dihargai 10.000 dan satu puisi dihargai 5.000 dalam satu hari aku harus bisa menghasilkan minimal tiga cerpen dan satu puisi, atau dua cerpen tiga puisi. Kalau untuk novel satu halaman dinominalkan 5.000 rupiah juga, maka untuk mencapai target seperti kerja biasanya, aku harus bisa menulis 7 halaman perharinya. Aku akan menghitungnya mulai besok untuk sistem kerjaku ini, aku juga akan menggunakan buku khusus untuk mencatat pendapatan harianku. Dan jika dalam satu hari aku tidak menulis sama sekali maka aku akan mendapatkan denda 50ribu, atau jika dalam satu hari tidak mencapai target nominal 35ribu maka kekuarangannya akan dibebankan pada hari selanjutnya, pun kalau misalnya pada hari itu melampaui terget maka kelebihannya bisa digunakan untuk menambal kekurangan hari yang kurang, dan hasil dalam akhir bulan harus mencapai saldo total lebih atau minimal 1.050.000 nominal. Jika pada akhir bulan ternyata kurang maka akan dibebankan pada bulan selanjutnya, dan sebaliknya jika target bulanan mendapatkan kelebihan maka bisa digunakan untuk manambal kekurangan bulan yang sudah maupun akan datang yang kurang. Dalam satu tahun harus bisa mencapai target penghasilan minimal 12.600.000 nominal. 

Aku hanya membutuhkan konsistensi dari diriku sendiri, bagaimana aku bisa memperlakukan diriku sendiri, menjadi lebih tegas dan bijak dalam mengelola diri, untuk menjadi insan yang lebih bisa memberi kemanfaatan bagi diri sendiri minimal dan orang lain sebanyak-banyaknya. Konsistensi berkarya dalam hal ini tulisan adalah nilai dari diriku, apakah nantinya aku bisa disebut sebagai lelaki sejati atau hanya pecundang tergantung diriku sendiri, karena hanya ia yang bisa komitmen terhadap janjinyalah yang bisa disebut sebagai lelaki sejati. Seorang lelaki yang bisa bertanggungjawab untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang dicintainya, segalanya dimulai dari bagaimana aku harus bersikap pada diriku sendiri. Dan apa yang sedang aku lakukan untuk memberikan yang terbaik kepada mereka yang mencintai dan aku sayangi, memberikan terbaik juga untuk diri pribadi, karena tiada yang bisa mencintai diri kita kecuali diri kita sendiri. Matahari yang bersinar untuk menyinari jalan yang telah dia pilih dengan penuh kemantapan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamis, 20 Juli 2017

Rabu, 26 Juli 2017

Minggu, 10 September 2017