Selasa, 8 Agustus 2017



Selasa, 8 Agustus 2017

Hari ini aku merasa terdorong suatu kekuatan untuk menuliskan motivasi tentang mengapa aku memilih untuk belajar menjadi seorang penulis. Entah mengapa itu sangat menggerakkan diriku agar menarikan jemari pada papan ketik dan merangkainya menjadi kata demi kata tentang motivasi dan tujuan diriku untuk menjadi seorang penulis. Ya, jujur saja aku menulis karena ingin membuat suatu karya yang bisa menjadi prasasti dan bisa ditunjukkan kepada dunia bahwa memang ada seorang bocah bernama Ilkhas Suharji di dunia ini –dan anak cucuku kelak bisa mengenangku lewat tulisan-tulisanku. Selain itu tentu saja agar tulisanku bisa menjadi salah satu sumber untuk mencukupi kebutuhan hidup, selain itu dengan menulis aku juga ingin bisa keliling dunia dan menikmati musim-musim serta suasana yang berbeda tempat tinggalku selama ini yang hanya hidup di desa. Dengan menulis aku juga ingin memebrikan bekal kepada anak cucuku kelak tentang bagaimana seharusnya kita bisa menikmati hadiah kehidupan dari Tuhan. Aku juga ingin melalui tulisanku ini juga bisa menggapai apa yang menjadi impianku, bisa mengajak semua keluargaku untuk berwisata ke suatu tempat yang indah –karena seingatku aku belum pernah jalan-jalan dan berwisata bersama bapak ibu dan adikku secara bersama-sama. Aku juga ingin bisa membuat bangga kedua orangtuaku mengatahui anaknya bisa menjadi orang yang bermanfaat melalui hasil tulisannya. Aku juga ingin menjadi orang yang pertama menjadi penulis dari desaku. Intinya adalah aku ingin dengan tulisanku, aku bisa memberikan suatu konstribusi nyata bagi penciptaan peradaban indah di dunia ini.

Mungkin itu terlalu muluk atau terlalu kacau atau bahkan terlalu matrealis mengenai mengapa aku ingin manjadi penulis, tetapi itu adalah kejujuranku mengenai apa yang memang aku inginkan dari menulis, dan bisa jadi oranglain akan mengaggap itu hanyalah lelucon saja, tetapi kemungkinan menjadi kenyataan itu selalu ada. Aku ingin menjadi seorang penulis yang bisa menjadi kebanggaan orang-orang yang aku cinta dan aku sayangi, menjadi kebanggan pula untuk keluarga, teman-teman dan saudara-saudara serta manusia lainnya. Menulis bagiku adalah pekerjaan sesungguhya dari seorang manusia, karena dengan tulisanlah yang bisa membedakan diri kita dengan hewan dan mahluk lainnya. Menulis karena ingin agar aku menjadi terkenal dan bisa dikenal oleh banyak orang atau dalam istilah singkatnya ‘eksis’ memang ada dalam diriku, aku memang ingin dikenal oleh banyak orang melalui tulisanku, karena itulah yang akan membuktikan bahwa aku ini benar-benar ada di dunia ini. ‘Cogito ergo sum aku berfikir maka aku ada’ sudah aku ubah menjadi ‘aku menulis maka aku ada’ karena dalam menulis tentu kita sudah pasti berfikir tetapi dalam berfikir belum tentu kita menulis.

Dengan menulis aku juga bisa menemukan dunia baru, dunia bagi imajinasiku bisa tinggal dan berada kemanapun aku menginginkannya, bukankah Einstein pernah mengatakan ‘Imagination is more important than knowlegde, imajinasi lebih penting daripada pengetahuan’ oleh karena itulah aku lebih mementingkan menulis daripada hanya merenungi nasib dan jalan hidup yang berliku-liku ini, dan bahkan perjalanan hidupku juga aku tuliskan. Dengan menulis aku bisa menemukan dan merasakan secuil kebahagiaan sebagaimana kebahagiaan Tuhan ketika menciptakan ciptaannya, betapa bahagianya aku bisa membuat dunia yang aku sendiri adalah penentu jalan ceritanya. Aku bisa mempunyai segala hal yang aku impi-impikan, dalam tulisanku aku bisa mempunyai seorang yang paling aku cintai, aku bisa hidup bahagia bersamanya, aku bisa melihat tawanya setiap saat, aku juga bisa membahagiakannya dengan caraku sendiri termasuk memberikan apapun yang ia minta dan inginkan. Mungkin aku bisa gila jika aku tidak tergila-gila pada tulisan.

Ketika menulis aku selalu membayangkan betapa bahagianya aku bisa mendapatkan penghargaan, aku bisa diundang untuk mengisi seminar kepenulisan, aku bisa jalan-jalan ke luar negeri, aku bisa bertemu dengan penulis-penulis terbaik dunia, aku bisa merasakan salju di Jepang, menikmati musim semi di Korea, bisa melakukan Haji di Makkah, bisa jalan-jalan di kota sungai Venesia, bisa paralayang di Swiss, dan singgah di tempat-tempat terbaik dunia ini, meskipun aku juga meyakini bahwa Indonesia adalah tempat terindah yang ada di dunia ini namun aku ingin juga menikmati sensasi pergantian empat musim di Eropa atau Korea.

Aku juga selalu terbayang-bayang mempunyai satu ruangan khusus di rumahku tempat dimana aku bisa menulis dengan tenang dan bahagia dengan banyaknya rak yang penuh dengan koleksi buku-buku karyaku, itu adalah perpustakaan yang memang berisi buku-buku dan karya-karya yang pernah aku cipta, nantinya ruangan ini digunakan sebagai musium pribadi karya keluarga. Betapa nantinya anak cucuku bisa menjadikan karyaku itu sebagai referensinya untuk belajar dan berkarya, baik seperti apa yang aku lakukan maupun dengan jalan lain yang lebih baik daripada diriku. Aku akan membekali mereka dengan warisan terbaik yang bisa aku berikan.

Dengan menulis aku juga menginginkan agar aku bisa melanjutkan studiku dan bisa membanggakan almamater kampus serta menjadi orang yang melegenda untuknya, aku juga bisa menjadi profesor melalui jalan tulisanku, wow menjadi profesor pertama dari sebuah desa kecil yang terpelosok tentu sangat membahagiakan hehe. Aku menulis karena dengan menulis berarti aku telah menghidupi kehidupan dengan hidup yang berkehidupan. Haha, mungkin itu terdengar seperti sedang ‘oratio pro domo’ memuji diri sendiri secara berlebihan. Tetapi itulah kata hatiku yang sejujurnya.

Oh ya, hari ini aku akan mencoba untuk melanjutkan kerangka novel yang telah dibuat sekitar setahun yang lalu, kasihan juga ketika tulisanku itu harus tertunda lama, aku mengandaikan tulisanku itu adalah sebuah janin yang sedang dikandung oleh jiwaku, aku tak mau jika sampai keguguran atau bahkan menggugurkan janin yang sedang aku kandung tersebut, akan haram hukumnya membunuh calon anak karya ketika ia masih dalam kandungan. Seorang bayi manusia saja rata-rata hanya sembilan bulanan dalam kandungan bundanya, kasihan kalau janin karyaku terlalu lama dalam rahim jiwaku, aku harus segera melahirkannya ke dunia, secepatnya sebaik-baiknya. Akan kembali aku perbaiki outline yang sudah pernah dirancang, akan kuperbaharui sehingga kembali menimbulkan gairah untuk menambah halaman demi halaman hingga jadi satu penuh utuh karya yang siap cetak dan dikirim ke penerbit. Semoga saja aku bisa istikomah dengan perbaikan kepenulisanku, aamiin. Aku juga telah menempel papan visi berupa tiga kertas warna di kamar, tetapi aku belum menempelkan goal-goal apa saja yang akan aku canangkan. Besok secara satu persatu aku tempel hingga memenuhi permukaan kertas tersebut, lalu ketika aku telah mencapai goalnya aku akan memberikan checklist ataupun tanda yang menyatakan bahwa misi itu telah terselesaikan olehku. Ini akan sangat membantu menyemangati diriku dalam menulis, karena setiap aku masuk kamar aku pasti akan teringat dengan misi-misiku tersebut, aku pun juga akan mewajibkan diriku untuk membacanya setiap hari ketika aku bangun tidur dan ketika akan tidur, agar pikiranku bisa selalu fokus untuk menyelesaikannya satu persatu secara konsisten.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamis, 20 Juli 2017

Rabu, 26 Juli 2017

Minggu, 10 September 2017