Kamis, 27 Juli 2017
Kamis,
27 Juli 2017
Hari
ini aku akan menyelesaikan naskah cerpen yang akan menjadi bahan mengikuti
lomba cipta cerpen basabasi.co yang masih tinggal beberapa halaman lagi. Aku
sekarang mempunyai kebiasaan buruk yaitu menulis bisa lancar jika sudah
menjelang tengah malam, sehingga aku tiap malam beberapa hari ini tidak pernah
tidur, dan hanya menonton film atau menulis. Dan paginya aku tidur sampai sore
ba’da dzuhur. Aku sangat menyayangkan hal ini menjadi kebiasaanku, tetapi aku
bingung mengubahnya bagaimana, karena siklus mataku juga tidak bisa dipejamkan
ketika sudah lebih dari tengah malam.
Aku
kehabisan akal untuk menyiasati bagaimana alur untuk menyelesaikan ceritaku, dan
sampai tengah malam ini aku masih belum mendapatkan ide atau inspirasi cerita.
Bisa gawat ini kalau sampai tanggal 27 ini masih belum selesai, karena targetku
adalah maksimal satu minggu harus sudah selesai dan diendapkan tiga hari lalu
kembali diedit dan kalau sudah fix baru akan aku kirimkan ke email panitia
lomba. Eh, tetapi aku juga tidak boleh jika terlalu buru-buru, bisa jadi itu
malah mementahkan ceritaku, jadi ya biarkanlah saja itu berlalu apa adanya
hanya aku memang harus memacu pikiranku untuk menyelesaikannya hehe.
Sampai
jam tiga dini hari ini aku baru saja melanjutkan tulisan dan alhamdulillah bisa
lancar sehingga pas 30 halaman sudah terselesaikan. Untuk mengakhiri kisah
dalam ceritaku aku mengaitkan perihal penciptaan dan ciptaannya yang bisa
mempunyai daya cipta. Maksudnya penciptaan ini dalam hal membuat kisah atau
cerita yang juga dibuat oleh yang ada dalam cerita, ah itulah pokoknya begitu.
Aku berencana besok minggu aku akan kembali mengevaluasi cerpen itu dan akan
lanjut sampai pengiriman naskah. Ya, semoga saja aku bisa bertemu dengan
penulis-penulis seniorku di sana dengan terpilihnya ceritaku masuk sebagai
nominasi, amiin.
Malam
ini aku membuka instagramku dan ternyata aku telah dijinkan untuk mengikuti
salah seorang perempuan yang sangat istimewa untukku, kami pernah dekat dan
sangat dekat seperti kakak adik dan bahkan tanggal lahir kami juga sama, yaitu
16 April, tetapi kami selisih dua tahun. Aku senang bukan main ketika
menadapatkan notifikasi bahwa ia menerimaku untuk mengikutinya, dan itu artinya
aku bisa melihat foto-foto kegiatannya lagi sebagaimana dahulu sebelum terjadi
permasalahan diantara kami, semua itu adalah salahku dan aku memang berhak
dihukum atas itu. Semenjak kesalahan fatalku kepadanya aku menjadi orang paling
pecundang yang pernah ada. Ia marah padaku dan menjauh, sangat jauh hingga
semua akun media sosial milikku yang berhubungan dengannya diblokir, aku juga
tidak berani bertemu dengannya lagi karena selain malu aku juga takut dengan
adanya diriku ia malah menjadi semakin membenciku. Tetapi alhamdulillah hari
ini aku sudah dibukakan satu hal yang lebih baikolehnya. Hatiku deg-degan lebih
dari hal yang aku rasakan saat dengan kekasihku, permainan hati macam apakah
ini. Sumpah aku begitu gugup dengan semua ini. Andaikan aku bisa bicara
dengannya aku akan meminta maaf untuk sekali lagi agar hatiku bisa lega
selega-leganya. Aku juga akan meminta maaf aku tidak bisa ada untuknya saat
ibunya meninggal. Dan satu hal yang harus dia tahu bahwa aku masih menyimpan
tisu yang telah basah oleh tangisnya saat aku membuatnya menangis dan di
pinggir masjid itu, aku akan mengingatnya agar aku akan selalu ingat bahwa aku
takkan membiarkan kamu menangis lagi karenaku, dan mungkin satu-satunya cara
adalah dengan menghilangkan diriku dari hidupnya.
Sampai
subuh ternyata aku belum menidurkan mataku, ibu mengingatkan aku untuk shalat
dan aku segera mematuhinya, selesai shalat ibu langsung siap-siap masak dan
aktifitas lainnya di dapur sedangkan bapak masih tidur dan aku kembali mengetik
beberapa kata dan dapat satu halaman untuk merubah ending cerpen yang telah
selesai tadi. Aku lalu tiduran sambil melihat-lihat kembali foto-foto miliknya
di instagram, entah tindakanku ini salah ataukah boleh-boleh saja, tetapi aku
tetap melihatnya, betapa aku bisa merasakan keadaan dirinya yang sangat
kehilangan ibundanya, dan aku kembali teringat semua kenangan-kenangan kecil
dengannya, hatiku kacau saat kemudian ada whatsap dari kekasihku, aku meminta
maaf kepada kekasihku itu dalam hati sembari membalas chatnya, entah mengapa
juga kekasihku ini sungguh berperasa sekali, setiap aku hendak merasakan hal yang lebih kepada oranglain –cewek lain,
ia pasti segera menghubungiku dan ini tentu saja seperti mengingatkanku bahwa
aku mempunyai dirinya, itu langsung mengembalikan kesadaranku kembali dan
rasaku yang tadinya sudah menuju tensi baper mengingat masa lalu kini kembali
lagi menatap masa kini dan masa yang akan datang.
Aku merasa sangat
mengantuk dan aku akan mematikan laptopku untuk tidur.
Komentar
Posting Komentar